Pengertian Pajak Penghasilan dan Cara Menghitungnya

Jika mendengar kata pajak sudah pasti tidak asing lagi. Mengingat pajak sendiri adalah iuran yang wajib dibayarkan oleh warga negara untuk negara, di mana pajak ini sendiri akan digunakan untuk kepentingan negara dan pemerintahan. Salah satunya yang jenis pajak yang harus dibayarkan adalah pajak penghasilan atau PPh 25. 

Walaupun PPh 25 ini sendiri sering kali didengar, tapi masih belum mengetahui dengan benar pengertiannya dan juga cara menghitung pajak penghasilan ini. Maka daripada itu, dalam artikel ini akan dibahas tentang PPh dan bagaimana cara menghitungnya. 

Pengertian Pajak Penghasilan 

rumus Pajak penghasilan

Pajak Penghasilan adalah pajak yang dikenakan untuk individu, perusahaan atau sebuah badan lainnya atas penghasilan yang diperoleh. Di mana pajak ini sendiri harus dibayarkan dalam jangka tahunan dengan menghitung seberapa banyak penghasilan yang didapatkan. Ada pun Undang Undang yang mengatur tentang pajak pendapatan ini. 

Dalam UU PPh No. 36 tahun 2008, pajak penghasilan adalah harus dibayarkan Wajib Pajak akan pendapatan yang telah diperoleh pada tengah tahun atau akhir tahun. Di mana nantinya setiap Wajib Pajak harus membayarkan sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan. Adapun sanksi yang akan dikenakan apabila pembayaran pajak ini terlambat atau bahkan tidak dibayarkan. 

Dari pengertian pajak penghasilan adalah hal yang wajib untuk dibayarkan, maka bagi Anda yang memang sudah memiliki penghasilan baik itu sebagai pegawai atau pengusaha harus wajib membayarkan dan melaporkan pajak setiap tahunnya. Di mana pajak yang dibayarkan ini sendiri akan digunakan untuk kepentingan negara seperti pembangunan ataupun memajukan kesejahteraan masyarakat lain. 

Cara Menghitung Pajak Penghasilan 

Setiap Wajib Pajak memang harus selalu membayar PPh ini setiap tahunnya, di mana memang sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara untuk membayarkan pajak yang seharusnya. Adapun cara menghitung pajak penghasilan yang perlu Anda ketahui, berikut ini adalah caranya: 

  • Daftar penghasilan perbulan 

Untuk menghitung PPh, hal pertama yang Anda perlukan adalah pendapatan perbulan. Hal ini sendiri sangatlah penting, karena nantinya total pendapatan ini akan dihitung untuk Anda membayarkan pajak tiap tahunnya. Jika Anda adalah seorang pegawai, maka hal ini tentu saja sangat mudah karena seluruh pendapatan sudah tercatat. 

Tapi bagaimana dengan seorang pengusaha atau pekerja lepas yang tidak memiliki pendapatan tetap? Apabila Anda memang yang masuk dalam kategori tidak memiliki penghasilan tetap, maka Anda harus membuat daftar penghasilan bulanan ini. Agar nantinya pihak Dirjen Pajak dapat menghitung berapa besaran pajak yang akan dibayarkan oleh Anda. 

  • PTKP 

Cara menghitung pajak penghasilan yang selanjutnya adalah dengan menghitung PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak. PTKP adalah pengurangan dari penghasilan neto pada wajib pajak orang orang pribadi untuk menentukan besaran PKP (Penghasilan Kena Pajak). Untuk perhitungan PTKP ini sendiri setiap orangnya akan memiliki besaran yang berbeda. 

Di mana perbedaan ini terjadi karena dua faktor yaitu pendapatan dalam sebulan serta jumlah tanggungan dalam rumah tangga. Dalam peraturan yang diatur oleh Dirjen Pajak, besaran PTKP ini adalah Rp. 54.000.000,- untuk wajib pajak individu, tambahan Rp. 4.500.000,- untuk yang sudah menikah dan tambahan Rp. 4.500.000,- bagi yang memiliki tanggungan seperti anak kandung atau anak angkat dengan maksimal adalah 3 orang. 

  • Selisih penghasilan Bruto dan PTKP 

Setelah mengetahui PTKP, maka nantinya pendapatan bruto akan dikurangi dengan PTKP ini. Di mana akan menghasilkan pendapatan bersih atau PKP. Apabila Anda sudah mengetahui pendapatan bruto dan PTKP maka sudah pasti penghasilan bersih atau PKP dapat diketahui. Jika PKP sudah didapatkan maka perhitungan PPh pun bisa diperoleh. 

  • Perhitungan PPh 

Jika nilai PKP sudah diketahui, maka selanjutnya Anda sudah bisa menghitung PPh yang perlu dibayarkan setiap tahunnya. Untuk cara menghitungnya adalah dengan ketentuan dibawah ini: 

  • Pendapatan di bawah Rp. 50.000.000,- maka akan terkena pajak 5%
  • Pendapatan sekitar Rp. 50.000.000,- hingga Rp. 250.000.000 maka akan dikenai pajak sebesar 15%
  • Untuk pendapatan bersih di angka Rp. 250.000.000,- hingga Rp. 500.000.000,- maka besaran pajak yang harus dibayar adalah 25%
  • Sedangkan untuk penghasilan neto di atas nilai Rp. 500.000.000,- maka besarnya pajak yang harus dibayarkan adalah 50%.

Dari penjelasan diatas, maka Anda dapat melihat bahwa pembayaran PPh ini tergantung dari pendapatan bersih yang diterima wajib pajak pribadi per tahun. Di mana semakin besar pendapatannya maka semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan.

Itulah penjelasan dari pengertian Pajak Penghasilan dan bagaimana cara menghitungnya. Di mana sebagai warga negara yang baik, melapor dan membayar pajak per tahun sangatlah penting. Mengingat pajak ini sendiri nantinya akan menjadi pendapatan untuk negara dan ditujukan lagi ke pembangunan seluruh wilayah Indonesia.