Peraturan BPJS Kesehatan yang Wajib Diketahui

peraturan BPJS kesehatan

Berdasarkan aturan yang ditetapkan, bila Anda mendaftar secara perorangan di BPJS Kesehatan, Anda juga diwajibkan untuk mendaftarkan seluruh anggota keluarga Anda yang tercatat dalam Kartu Keluarga sebagai peserta di BPJS Kesehatan.

Contohnya, status Anda sudah menikah, tapi nama Anda masih tercantum di kartu keluarga bersama orang tua. Itu berarti Anda harus mendaftar sebagai BPJS Kesehatan dengan status terbaru. Silahkan datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan agar lebih jelasnya lagi.

Pasti ada saja orang yang tidak setuju terhadap aturan ini, tapi aturan tersebut berlaku untuk semua golong masyarakat. Dimana para warga negara Indonesia yang mau menjadi peserta di BPJS Kesehatan wajib mematuhi peraturan yang ada.

Saat mendaftarkan BPJS Kesehatan, cantumkan NIK dari kartu keluarga. Kemudian, sistem secara otomatis mendeteksi data seluruh anggota keluarga. Dan semua anggota keluarga wajib mempunyai BPJS Kesehatan. Nah, berikut ini beberapa hal terkait peraturan BPJS Kesehatan yang wajib Anda ketahui, antara lain:

1.    Akan Berlaku 14 Hari Setelah Pendaftaran

Harus Anda ketahui bersama, BPJS Kesehatan tidak dapat langsung digunakan ketika baru didaftarkan, sesudah mendaftar Anda akan menerima nomor virtual account dan harus menunggu setidaknya 14 hari setelah mendaftar lalu bisa mulai membayar iuran pertama.

Hal tersebut sesuai dengan peraturan dari BPJS Kesehatan terkait Tata Cara Pendaftaran serta Pembayaran Iuran untuk peserta bukan penerima gaji serta peserta yang bukan pekerja. Sesudah membayar iuran awal, Anda baru bisa mengambil kartu BPJS Kesehatan serta dapat memperoleh jaminan pelayanan kesehatan.

Perlu diingat, ketika akan berobat gratis menggunakan BPJS Kesehatan, daftarkan diri Anda sebagai peserta di BPJS, rutinlah membayar iuran ketika sedang sehat, dan bukan ketika sudah sakit Anda baru akan mendaftar, sebab bila mendaftar saat sudah sakit, Anda tidak dapat langsung mendapatkan layanan perawatan medis dirumah sakit.

2.    Bayi Di Kandungan Bisa Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Untuk ibu yang sedang mengandung, Anda sudah dapat mendaftarkan bayi yang masih di dalam perut menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan begitu saat akan lahir, bayi akan terbantu dengan perawatan medis yang dia miliki dari BPJS Kesehatan.

Di dalam Pasal 8, BPJS Kesehatan Nomor 1 tahun 2015 tentang :

Jabang bayi bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak terdeteksi memiliki denyut jantung di dalam kandungan dengan melampirkan surat keterangan dari dokter.

Pembayaran iuran awal dari bayi yang masih didalam kandungan akan dilakukan ketika bayi berhasil dilahirkan dan dalam keadaan hidup. Lalu jaminan pelayanan kesehatan untuk bayi tersebut berlaku ketika iuran awal dibayarkan.

Pendaftaran bayi akan dilakukan dengan Anda memilih kelas perawatan sama dengan ibunya, memasukkan data sesuai dengan identitas si ibu, mencantumkan data NIK dari nomor KK orang tuanya, lalu mengisi data kelahiran sesuai tanggal di saat bayi tersebut didaftarkan.

Apabila bayi sudah lahir, si ibu harus melakukan perubahan data bayi tersebut setidaknya 3 bulan setelah dilahirkan.

3.    BPJS Kesehatan Tetap dapat Digunakan hingga 6 Bulan Setelah di PHK

Kepesertaan BPJS Kesehatan terdiri dari beberapa golongan atau kategori, satu diantaranya yaitu Pekerja Penerima Upah, dimana iuran peserta jenis ini dibayar oleh perusahaan di tempat mereka bekerja serta proses nya dilakukan lewat pemotongan gaji bulannya.

Nah, bila suatu ketika peserta tersebut terkena PHK dari perusahaan tempat dia bekerja dan iuran BPJS Kesehatannya tidak dibayar lagi, maka peserta tetap dapat memperoleh jaminan kesehatan sampai 6 bulan terhitung dari hari dia di PHK.

Pastinya ini bisa menjadi kabar bagus untuk karyawan yang terkena PHK, tidak berarti sudah berhenti bekerja di perusahaan status dari BPJS Kesehatan ikut terhenti, akan tetapi aktif sampai 6 bulan setelah Anda diberhentikan.

4.    Jangan Sampai Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

Fungsi dari berbagai fasilitas yang ditawarkan BPJS Kesehatan untuk memproteksi kesehatan tentu harus diimbangi oleh kelancaran Anda dalam membayar iuran rutin per bulan.

Usahakan untuk tidak menunggak setoran premi BPJS Kesehatan, sebab Anda tidak tahu kapan akan terserang penyakit, daripada dana tabungan dihabiskan untuk berobat, sebaiknya bayarkan iuran rutin BPJS Kesehatan

Pemutihan BPJS

Di dalam BPJS Kesehatan sendiri, tidak ada istilah untuk pemutihan denda di BPJS. Untuk peraturan baru yang dijelaskan maksimal denda selama 2 tahun atau 24 bulan. Walaupun peserta tersebut menunggak sampai lebih dari 24 bulan.

Ketentuan terkait maksimal denda 24 bulan ini tercantum jelas di dalam peraturan BPJS Kesehatan di tahun 2018.

Untuk peserta yang telah meninggal dunia, maka anggota keluarganya tetap harus melapor untuk penyesuaian data. Sebab data peserta BPJS Kesehatan tidak terhubung dengan data kependudukan. Maka dari itu harus melaporkan ke Disdukcapil agar diterbitkan akta kematiannya.