Perbedaan Fasilitas BPJS Kelas 2 dengan Kelas-Kelas Lainnya

fasilitas kesehatan

Fasilitas dari BPJs Kesehatan merupakan salah satu pin utama yang harus Anda pilih saat mendaftar di BPJs Kesehatan, karena nantinya, fasilitas dari BPJS ini akan memberi Anda layanan kesehatan secara gratis saat Anda mengajukan klaim BPJS.

Tidak hanya itu, Anda juga harus memilih kelas BPJS Kesehatan, yang ada terdapat 3 tingkatan kelas, kelas tersebut tentu juga akan mempengaruhi nilai iuran yang harus Anda bayar. Nah untuk mengetahui lebih rinci terkait fasilitas dari BPJS serta perbedaan BPJs kelas 2 dengan kelas yang lain, simak penjelasannya dibawah ini.

Apa itu Fasilitas dari Setiap BPJS Tingkatan 1, 2 dan 3?

Fasilitas yang tersedia dari BPJS merupakan layanan kesehatan yang melayani klaim para peserta BPJS Kesehatan. Dengan begitu peserta bisa berobat dengan gratis lewat fasilitas BPJS. Fasilitas ini dapat berupa puskesmas, klinik, rumah sakit, praktek dokter hingga praktik dokter gigi.

Fasilitas BPJS sendiri diberikan secara berjenjang, dan terdiri dari tahap, antara lain :

  •         Fasilitas Kesehatan untuk Kelas Satu: Lokasi berobat pertama yang didatangi, berupa puskesmas, dokter umum atau klinik.
  •         Fasilitas Kesehatan untuk Kelas Dua: Tempat yang didatangi menyesuaikan rujukan faskes dari tingkat satu, seperti dokter spesialis
  •         Fasilitas Kesehatan untuk Tingkat tiga: Tempat yang didatangi pertama sesuai rujukan dari faskes tingkat dua, yaitu dokter sub-spesialis

Keunggulan dan Fasilitas BPJS Kesehatan Kelas 2

Berbicara selisih iuran bulanan BPJs Kesehatan tingkat 2 dan tingkat 3 nilainya hampir dua kali lipatnya. Anda yang memilih tingkat harus membayar iuran 100 ribu secara rutin tiap bulannya dibayar oleh Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta Penerima Upah (PU) atau pihak lainnya atas nama peserta itu sendiri.

Pelayanan Kesehatan di kelas 2 tepat satu tingkat dari kelas 1. Bukan hanya iuran lebih murah dibanding tingkat 1, fasilitas yang diperoleh juga berbeda pula, sesuai dengan tingkatannya, peserta dari kelas 2 tersebut akan menerima layanan ruang perawatan tingkat 2 ketika menjalani perawatan inap.

Apabila peserta dari BPJs tingkat 1 dapat memperoleh fasilitas kamar berisi 1-2 orang pasien, maka layanan untuk tingkat 2 akan lebih banyak dari itu. Sebab ketika akan menjalani rawat inap, Anda mendapatkan  fasilitas kamar yang jumlah pasiennya bisa sampai 3 atau 4 orang pasien dalam satu ruang tersebut.

Walaupun demikian, pastinya ini jauh lebih baik daripada peserta BPJS tingkat 3 dengan layanan paling bawah. Tidak hanya itu saja, kapasitas kamar tingkat 3 pun dapat dikatakan tidak ada lagi privasi sebab jumlah pasiennya dalam satu ruangan dapat mencapai 6 orang atau bahkan bisa lebih apabila rumah sakit dalam kondisi ramai pasien rawat inap.

Akan tetapi bila berbicara tentang kualitas layanan kesehatan, semua peserta BPJS kesehatan di tingkat 1, tingkat 2, atau tingkat 3 akan memperoleh manfaat yang tidak jauh berbeda. Manfaat medis tersebut berupa:

  •         Konsultasi dengan dokter
  •         Obat Fornas ataupun obat yang bukan Fornas
  •         Akomodasi atau kamar perawatan
  •         Bahan dan alat kesehatan habis pakai
  •         Pemeriksaan penunjang berupa radiologi, laboratorium dan lain sebagainya
  •         Biaya lain yang berhubungan oleh pelayanan kesehatan pasien
  •         Peningkatan Kesehatan untung peserta pengidap penyakit kronis
  •         Memeriksa riwayat kesehatan atau skrining kesehatan yang diberikan guna mendeteksi berbagai macam risiko penyakit lewat metode tertentu agar bisa mendeteksi sebuah penyakit yang mengancam serta mencegahnya agar tidak terjadi dampak lanjut dari risiko penyakit tersebut

Serangkaian perawatan ini akan diperoleh seluruh pasien sampai selesainya layanan medis atau sampai keluar dari rumah sakit. Total tagihan dari rumah sakit tak ada pengaruhnya dengan berapa lama rawat inap sudah dijalani.

Iuran BPJS Tingkat 2 Masih Disubsidi

Walaupun iuran untuk tingkat 1 dan tingkat 2 terbilang lebih mahal, namun kenaikan biaya iuran BPJS Kesehatan ini masih lebih kecil bila dibandingkan oleh perhitungan aktuaria.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Febrio Kacaribu selaku Kepala BKF (Badan Kebijakan Fiskal. Dia mengatakan seharusnya iuran BPJS tingkat 1 sebesar 286 ribu serta BPJS tingkat 2 sebesar 184 ribu, itu berarti segem tersebut masih memperoleh subsidi dari pemerintah pusat.

Untuk BPJs tingkat 3, di tahun ini pihak pemerintah memberi subsidi selisih kenaikan biaya iuran sebesar 16.500 setiap bulan. Membuat besaran iuran rutin yang harus dibayar tetap sebesar 25.500. Berarti kenaikan ini lebih kecil bila dibandingkan dengan yang tertulis pada Perpres 75 tahun 2019.

Dampak dari adanya kenaikan tersebut, diprediksi sebanyak 60% peserta PBPU mandiri yang bergabung di BPJS Kesehatan akan keluar dari statusnya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Adanya kenaikan iuran rutin BPJS Kesehatan pada masa pandemi ini juga akan membuat peserta mandiri  menurunkan tingkatan kelas BPJS mereka. Misalnya tingkatan 1 ke 2, 1 ke 3 atau dari tingkat 2 ke 3.