Perbedaan Kartu Kredit Digital dengan Paylater

Semakin maju teknologi diberbagai bidang ternyata juga memberikan pengaruh pada sektor perbankan atau keuangan, dimana saat ini semakin banyak produk yang akan mempermudah kehidupan masyarakat.

Setelah beberapa tahun terakhir kita mengenal Paylater, dimana produk ini banyak digunakan oleh mereka yang hobi shopping di beberapa e-commerce. Lalu sekarang, pihak bank mulai berlomba menciptakan kartu kredit berbasis digital yang dapat dinikmati dengan berbagai fasilitasnya.

Apa itu kartu kredit digital dan pay later?

Digital credit card adalah layanan perbankan berupa kartu kredit tanpa fisik yang bisa Anda nikmati dengan cara mengunduh aplikasi milik bank-bank tertentu yang telah meluncurkan produk tersebut. Dalam penggunaanya pun sama seperti kartu kredit pada umumnya, terdapat pula limit pemakaian dan cicilan.

Anda juga diberikan pilihan, apakah ingin memfisikkan kartu tersebut atau tidak. Jika Anda memilih untuk mencetak kartunya maka Anda akan dikenakan biaya untuk iuran tahunan. Namun, bila tidak dicetak Anda tidak akan dibebankan biaya tahunan.

Lalu, Paylater merupakan layanan finansial yang mana fasilitas ini menawarkan kepada penggunanya sejumlah dana yang bisa digunakan untuk berbelanja pada merchant-merchant yang bekerja sama dan Anda bisa membayar pada tempo tertentu sesuai ketentuan.

Paylater yang kita kenal adalah OVO Paylater, GoJek Paylater, Shopee dan beberapa lainnya. Tentunya ada juga limit yang diberikan oleh pihak pengembang kepada pengguna sesuai dengan ketentuan saat Anda mendaftarkan diri.

Perbedaan antara Paylater dan Kartu Kredit Digital

Tentunya kedua produk digital ini memiliki perbedaan, berikut dibawah ini adalah beberapa perbedaan dari keduanya :

Bunga Kartu Kredit VS Paylater

Sebagaimana peraturan dari BI, adanya perbedaan diantara penetapan besaran bunga kartu kredit dan paylater, yaitu 2% perbulan untuk credit card yang mana persentase tersebut telah diturunkan sebanyak 0,25% dari sebelumnya yakni 2,25% tiap bulannya. Besaran bunga untuk kartu kredit berlaku bagi semua bank di Indonesia.

Lalu, bila bunga dari kartu kredit dipukul rata, bila paylater bunganya lebih bervariasi. Misalnya seperti 2,95% untuk Shopee Paylater, 2,9% OVO Paylater, 2,14 – 4,78% untuk Traveloka dan 25 ribu rupiah perbulan untuk GoJek Paylater.

Biaya Kartu Kredit VS Paylater

Selanjutnya tentang biaya yang menjadi tanggungan bagi pengguna kartu kredit maupun paylater dan besarannya sendiri beragam. Ketika Anda menggunakan kartu kredit, biasanya akan ada biaya untuk iuran tahunan. Untuk nominalnya pun beragam, dari mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah dan tergantung kebijakan bank penyedia dari kartu kredit.

Umumnya produk paylater tidak membebankan biaya tahunan untuk penggunanya, namun bila Anda sebagai pengguna paylater terlambat melakukan pembayaran maka nantinya akan dikenakan denda. Biasanya dendanya cukup besar, ini juga berlaku bagi pengguna credit card.

Tenor Cicilan Kartu Kredit VS Paylater

Selanjutnya adalah mengenai cicilan atau metode pembayaran baik paylater maupun kredit card, dimana keduanya memiliki jangka waktu masing-masing. Tujuan dari diberlakukannya pembayaran dengan metode cicilan, yaitu agar dapat memberikan keringanan kepada pengguna saat melakukan pembayaran.

Untuk paylater, mereka biasanya akan memberikan tenor atau batas waktu maksimal 12 bulan untuk satu kali transaksi. Namun, Anda bisa memilih jangka waktu sesuai dengan kemampuan, yaitu dari mulai 3 hingga 9 bulan atau tergantung platform yang Anda gunakan.

Kemudian untuk kartu kredit, jangka waktu atau tenor cicilannya lebih panjang dibandingkan paylater, yakni hingga 24 bulan. Sama halnya dengan paylater, Anda dapat mempercepat dalam melakukan pelunasan tagihan dengan memilih waktu yang singkat. Namun, tetap Anda harus memperhitungkan kemampuan dalam membayar.

Keamanan

Layanan dari Paylater merupakan fasilitas pembayaran yang terbilang aman karena diawasi oleh OJK. Selain itu fitur pembayaran Paylater telah dilengkapi otorisasi secara langsung pada nomor ponsel yang terdaftar dengan cara mengirimkan kode One Time Password atau lebih dikenal dengan OTP yang akan dikirimkan saat Anda akan melakukan transaksi pembelian. 

Kartu kredit juga adalah metode pembayaran dan telah diawasi oleh OJK untuk memastikan bila aman digunakan. Anda nantinya akan diminta memasukkan nomor PIN jika ketika akan melakukan pembayaran melalui mesin EDC. Tentunya hal ini berfungsi untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kartu kredit Anda oleh pihak ketiga.

Syarat Pengajuan

Untuk pengajuan baik paylater maupun kartu kredit digital, keduanya memiliki kesamaan yakni Anda hanya perlu mengirim berkas yang dibutuhkan secara online melalui fitur yang telah disediakan. Kemudian mengisi semua kolom, isilah informasi yang diminta sesuai dengan ketentuan.

Bila sudah melakukan pendaftaran, nantinya Anda akan dihubungi oleh pihak pengelola. Untuk paylater biasanya Anda akan memperoleh pemberitahuan melalui aplikasi, sedangkan kartu kredit digital akan mengirimkan email mengenai disetujui atau tidaknya pengajuan tersebut.

Untuk persyaratannya sendiri, biasanya mereka akan meminta e-KTP, NPWP dan dokumen pendukung lainnya. Seperti slip gaji, nomor kontak darurat, nomor tempat kerja dan masih banyak lagi. Prosesnya sendiri membutuhkan waktu 2 hingga 3 hari kerja.