Pesan dari Steve Jobs Untuk Para Sarjana Muda 

 

Sebagai manusia yang baru saja lulus dari karantina akademik–perkuliahan–tidak pelak kamu memerlukan pemantik dalam diri untuk mengarungi kehidupan nyata. Persaingan kerja, setelah kamu menamatkan perkuliahan, memang jadi satu tantangan. Percaya atau tidak, bukan hanya tenaga yang kita perlukan, tetapi motivasi juga mampu menggerakkan kita untuk terus berkembang dan melangkah lebih maju. 

Tokoh bisnis dan penemu asal Amerika Serikat, Steve Paul Jobs yang lahir pada 24 Februari 1955 memberikan pesan kepada para sarjana muda untuk mengarungi kehidupan dengan kemampuan yang mereka memiliki. Pesan itu tampaknya tidak hanya untuk wisudawan Stanford University, tetapi juga sesuai jika diaplikasikan oleh seluruh sarjana muda di dunia. 

Pendiri Apple yang meninggal tahun 2011 itu telah banyak mengalami proses kehidupan. Ia bercerita mulai dari kegagalan, proses, kesuksesan, sampai pada hidup yang mengantarnya ke kematian.  

Kehadiran Steve Jobs tidak lagi dalam bentuk konkret sebagai manusia, tetapi pesan-pesan inspiratifnya selalu menghidupkan namanya dan mempengaruhi banyak orang dalam kehidupan. 

Pesan ini dilansir dari berbagai sumber.

 

Terus Merasa Lapar, Terus Merasa Bodoh

Pesan dari Steve Jobs ini mengajarkan kita untuk terus berkembang dengan pesan stay hungry, stay foolish. Ketika sudah puas dengan kemampuan yang kita miliki, maka kita akan berhenti mengeksplorasi diri kita. Terus merasa lapar dalam hal ini bukan perkara makan semata, tetapi lapar akan pengetahuan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Terus merasa bodoh bukan berarti dengan sengaja menunjukkan kebodohan diri kita, tetapi sebagai pemantik untuk tetap menemukan hal-hal baru untuk dipelajari. Ketika kita merasa pintar, alhasil kita memandang orang lain dengan rendah. Hal itu tentu tidak baik dan membuat kita sulit berkembang. 

Cara yang paling memuaskan diri Anda adalah dengan melakukan apa yang benar-benar Anda percaya bahwa itu merupakan kerja yang luar biasa. 

Kepuasan yang dipahami dari pesan Steve Jobs ini adalah kenyamanan dalam bekerja. Para lulusan muda, menghadapi masalah ketika tidak menemukan cara yang tepat untuk memuaskan dirinya. Steve Jobs menyebutkan, melakukan sesuatu yang kamu percaya akan memberikan motivasi besar dalam dirimu. Tidak hanya itu, kepuasan itu dapat muncul dari kepercayaanmu terhadap kerjaanmu sendiri. 

Mengerjakan sesuatu yang bukan di bidang kita tentu sangat terbebani. Banyak yang akhirnya memilih pekerjaan lain atau berhenti bekerja karena hal tersebut. Memulai dari apa yang disukai bisa menjadi jalan kesuksesan. 

Sarjana muda perlu memahami ini untuk melangkah ke jenjang kehidupan yang lebih kompleks. 

Waktu Anda Terbatas, Jangan Sia-siakan Waktu untuk Menjalankan Kehidupan Orang Lain

Mengurusi kehidupan orang lain hanya akan membuang waktumu yang terbatas. Begitu yang diungkapkan Steve Jobs pada pidato wisudawan Stanford University. Memanfaatkan waktu dengan produktif akan membantumu memaksimalkan diri, mengeksplorasi kemampuan menemukan hal-hal baru. Berikut juga mampu meningkatkan potensi diri kita untuk menjadi yang terbaik.

Maksud dari Steve Jobs bukan berarti kita cuek dengan kehidupan orang lain. Tentu ia memahami bahwa membantu orang lain adalah suatu hal yang baik. Tetapi bukan berarti kita harus terus-terusan mengurus kehidupan orang lain sampai lupa mengurus diri sendiri. 

Kita juga harus menemukan kehidupan terbaik versi diri kita sendiri, berangkat dari apa yang kita suka dan menjalankannya. 

Jangan Hilang Keyakinan

Dalam kehidupan, kamu akan dihadapkan dengan tantangan yang tiada henti. Steve Jobs berpesan agar kamu tidak hilang keyakinan sekalipun masalah yang dihadapi sangat berat, seperti batu besar yang menimpamu. 

Kita sering mendengar ungkapan bahwa roda itu terus berputar. Ada kalanya posisi seseorang berada di titik paling rendah. Titik itu akan menguji seberapa kuat diri kita untuk bertahan dan kembali di titik teratas kehidupan. 

Kehilangan keyakinan hanya akan menyebabkan diri kita mati dalam hidup. Gairah untuk terus berkembang tidak akan muncul. Ketika keyakinan yang terletak di hati hilang, kamu hanya jadi orang yang tidak termotivasi untuk terus belajar dan bersemangat dalam menaklukkan segala rintangan. 

 

Membuat Sesuatu yang Sulit Menjadi Sederhana

 

Menurut Steve Jobs, sederhana bisa menjadi lebih sulit jika dibandingkan dengan kesederhanaan. Tidak hanya menuntut diri kita untuk terus belajar dan menemukan sebuah solusi dari masalah yang ada, menjawab permasalahan seperti itu perlu pikiran yang jernih. Untuk mencapai itu, perlu kita jauhkan pikiran kita dari pikiran-pikiran buruk atau lingkungan yang toxic

Ketika kita menemukan sesuatu yang sulit untuk dipahami atau dikerjakan, di saat seperti itu kita dapat mengeksplorasi diri kita menemukan solusi dari hal tersebut. Praktiknya akan berdampak pada orang-orang yang mengalami permasalahan yang sama. Semua kepraktisan dan kemudahan yang kita jalani saat ini berawal dari sesuatu yang sulit untuk dijamah. Berpikir jernih akan melatih otak kita untuk meningkatkan kecerdasan. 

 

Pesan dari Steve Jobs ini sedikit banyaknya akan berpengaruh kepada kamu dalam menjalani kehidupan. Bagi kamu yang sedang khawatir dengan masa depan, pesan dari Steve Jobs ini bisa menjadi benteng diri.