Risiko Investasi Saham, Emas, dan Reksadana yang Perlu Diketahui

risiko investasi

Berinvestasi adalah salah satu hal yang saat ini paling disarankan bagi Anda yang memang ingin keamanan finansial di masa depan. Ada banyak sekali jenis investasi yang ada, namun hanya beberapa jenis yang paling popular di masa ini, seperti saham, emas dan reksadana. Tapi ada hal penting yang perlu sekali untuk Anda ketahui yaitu risiko investasi dari ketiganya. 

Setiap investasi yang Anda lakukan sudah pasti akan ada risiko yang harus diperhatikan. Di mana semakin tinggi risiko maka semakin besar keuntungan yang didapatkan. Lalu apa saja risiko berinvestasi di saham, emas dan reksadana? Mari simak artikel berikut ini. 

Risiko Investasi Saham 

Saham adalah salah satu jenis investasi yang paling umum dipilih oleh masyarakat. Walaupun keuntungannya terbilang besar, saham sendiri mempunyai beberapa risiko yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah risikonya: 

  • Capital loss 

Keuntungan dari saham yang sangat dikenali masyarakat adalah capital gain yang berarti akan keuntungan apabila terjadi kenaikan harga di pasar saham. Di mana kenaikan sudah pasti akan terjadi penurunan, di mana penurunan harga saham ini akan menyebabkan capital loss. 

Contoh paling sederhana adalah apabila Anda membeli 100 lembar saham dengan harga Rp. 5.000 per lembarnya, namun pada saat ingin menjual ternyata hanya terjual Rp. 4.500 per lembar. Maka capital loss yang terjadi adalah sebanyak Rp. 50.000. Risiko inilah yang ada pada investasi saham. 

  • Suspend 

Risiko lain yang bisa didapatkan ketika investasi saham ada suspend, di mana hal ini berarti bursa efek menghentikan perdagangan saham tersebut. Sehingga para investor tidak akan bisa melakukan jual beli dari saham tersebut sampai status suspend dicabut. 

Walaupun biasanya suspend hanya berjalan sehari, tapi ada juga beberapa saham yang suspendnya berlangsung lebih dari sehari. Adapun kondisi yang menyebabkan suspend ini terjadi, semisalnya adalah karena harga saham turun drastis, perusahaan yang pailit ataupun perusahaan tidak memenuhi syarat yang diminta oleh bursa efek. 

  • Risiko Berinvestasi Emas 

Selain saham, emas juga menjadi salah satu jenis investasi yang paling digemari masyarakat. Di mana investasi emas dikenal paling stabil dan juga tidak memiliki risiko yang terlalu tinggi. Walaupun tidak memiliki risiko tinggi, investasi emas tetap ada risiko yang juga perlu diwaspadai. Berikut ini adalah risikonya: 

  • Emas palsu 

Risiko pertama yang dapat terjadi dari investasi emas adalah beredarnya emas palsu. Apalagi tidak semua orang dapat membedakan mana emas asli dan palsu, sehingga banyak sekali masyarakat yang membeli emas tanap tahu tentang keasliannya. Hal ini sendiri juga terjadi tidak hanya di sekitar masyarakat, terkadang bank atau penggadaian pun sering menemukan penjualan emas palsu. 

  • Tempat penyimpanan 

Risiko selanjutnya dari investasi emas adalah dari tempat penyimpanannya. Di mana ketika Anda membeli emas sudah pasti membuthkan tempat penyimpanan. Walaupun Anda dapat menyimpan di rumah, hal tersebut terbilang tidak aman. Anda bisa menggunakan safe deposit box di bank, tapi nanti pihak akan meminta biaya tambahan. 

risiko investasi

  • Harga emas 

Walaupun harga emas terbilang stabil bahkan juga ada kemungkinan akan naik, tapi ternyata tidak selalu harga emas stabil. Ada beberapa kondisi yang membuat harga emas juga dapat turun, walaupun angkanya tidak terlalu jauh, tapi jika Anda menjual pada saat yang salah tentu saja secara otomatis kerugian yang akan didapatkan. 

  • Risiko Berinvestasi Reksadana 

Reksadana saat ini sendiri adalah jenis investasi yang sedang naik daun. Reksadana sendiri memang dapat memberikan keuntungan, tapi tentu saja ada risiko yang bisa diterima ketika memutuskan untuk investasi di reksadana. Berikut ini adalah risiko dari investasi reksadana: 

  • Profit tidak pasti 

Risiko pertama yang bsia terjadi ketika Anda berinvestasi di reksadana adalah profit yang tidak pasti. Di mana hal ini yang tidak terlalu dipahami oleh banyak orang. Reksadana berbeda dengan deposito atau tabungan berjangka yang berbunga tetap. Profit yang didapatkan dari reksadana terkadang bisa untung ataupun rugi. 

  • Pemerintah tidak memberikan jaminan 

Risiko lainnya dari reksadana ini adalah pemerintah tidak memberikan jaminan. Maksudnya adalah apabila reksadana mengalami kerugian, maka kerufian tersebut harus ditanggung sendiri. Hal ini tentu berbeda dengan deposito, di mana tabungan ini dijamin pemerintah. Maka dari pada itu, Anda yang ingin berinvestasi di reksadana harus memilih tipe reksadana yang tepat. 

  • Reksadana bisa distop kapan saja 

Risiko terakhir dari reksadana ini adalah bisa distop kapan saja oleh menajer investasi. Ada pun beberapa kondisi yang bisa membuat reksadana dihentikan, pertama adalah karena diperintahkan oleh OJK dan nilai investasi reksadana tidak mencapai 25 milyar rupiah selama 90 hari berturut-turut. 

Itulah beberapa risiko investasi dari saham, emas serta reksadana. Di mana jika Anda ingin berinvestasi di ketiga instrument tersebut, maka harus perlu mengetahui risiko dari masing-masing instrument tersebut.