Siap Finansial untuk Menghadapi Bencana Alam

Bencana alam terjadinya tidak bisa ditebak oleh siapapun,namun kadang dapat juga diprediksi. Khusus bila Anda berada di kawasan yang memang rawan dari bencana alam contohnya letusan gunung, banjir, gempa hingga berbagai macam bencana alam lainnya.

Sering kita menyaksikan ketika orang-orang menjadi korban dari ganasnya bencana alam yang berujung dengan mengungsi di tenda pengungsian dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Para korban bencana ini kekurangan uang, pakaian serta makanan. Ketika situasi sudah kembali tenang dan aman, dan para korban tersebut bergegas untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, tapi rumah-rumah tersebut sudah rata akibat bencana alam tersebut.

Supaya dapat mensiasati atau mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana alam, Anda perlu yang namanya persiapan finansial agar siap ketika dihadapkan dengan peristiwa bencana alam, dengan begitu bila terjadi terhadap tempat tinggal atau rumah Anda, Anda tetap dapat hidup dengan baik. Berikut beberapa upaya dan hal yang perlu Anda siapkan, antara lain:

1.       Melindungi Dokumen Penting

Anda harus membuat perangkat darurat keuangan serta menyimpannya di lokasi dengan akses yang sangat mudah. Bisa ke sebuah kotak yang terbuat dari besi lengkap dengan sistem keamanannya. Jadi Anda dapat membawa kotak tersebut dengan cepat bila terpaksa harus mengungsi. Selain itu Anda juga dapat menyiapkan flash disk atau hard disk yang berisikan salinan dokumen keuangan seperti dokumen identitas, buku tabungan, akte kelahiran, kartu jaminan sosial, KTP dan berbagai dokumen penting lainnya.

Sebagai bentuk keamanan tambahan, semua salinan dari dokumen tersebut dapat Anda kirimkan ke kerabat atau anggota keluarga lain yang dapat dipercaya. Dimana salinan dokumen tersebut juga dapat diunggah ke internet. Lalu dokumen-dokumen aslinya dapat disimpan ketempat yang lebih aman.

2.       Menyiapkan Dana Darurat

Sisihkanlah pendapatan Anda untuk dialokasikan ke tabungan, dan menabunglah dengan dana yang jumlahnya cukup untuk menutupi biaya hidup setidaknya 3 sampai 6 bulan atau bahkan sampai 10 bulan kedepan. Kemudian simpan tabungan tersebut di tempat yang paling aman serta hanya dapat digunakan di saat kondisi darurat. Menyiapkan dana darurat bisa membuat Anda menjalani hidup lebih tenang dan dapat menciptakan kesehatan finansial.

3.       Simpan Uang Tunai

Di saat berada dalam situasi darurat, ATM, kartu debit, dan kartu kredit, mungkin tidak bisa berfungsi untuk beberapa hari. Setelah itu simpan uang tunai tersebut ke dalam perangkat finansial darurat Anda berupa uang receh serta uang dengan jumlah yang besar. Dengan uang ini, mungkin Anda akan menggunakannya untuk membeli air minum atau makanan.

4.       Asuransikan Barang-barang Anda

Asuransi kesehatan, rumah dan mobil dapat menyediakan sebuah pelindung sebagai penolong Anda dari berbagai peristiwa atau tragedi yang tidak diinginkan. Khusus Anda yang berada di kawasan atau di kawasan yang rawan bencana, disarankan untuk mencari dan memilih asuransi yang sesuai.

Agar membuat urusan klaim asuransi tersebut lebih cepat, perlu mendokumentasikan semua barang yang ada di rumah Anda. Menciptakan inventarisasi dari setiap ruangan yang ada di dalam rumah atau hunian Anda dalam bentuk dokumentasi berupa video dan foto. Simpanlah daftar inventarisasi tersebut bersamaan dengan informasi dokumen dan asuransi lainnya, yang patinya ditempat paling aman dan mudah untuk diakses.

5.       Menggunakan Transfer Langsung

Bila penghasilan Anda umumnya berbentuk uang tunai atau dikirimkan melalui layanan pos kondisi ini dapat menciptakan kesulitan ketika berada dalam kondisi darurat. Seperti contoh ketika Anda menghadapi sebuah bencana alam yang sangat serius dan harus pergi mengungsi, besar kemungkinan layanan pos di kawasan Anda tersebut akan ditutup sementara atau untuk beberapa minggu kemudian.

Tidak hanya itu, Anda pun mungkin juga tidak dapat datang ke kantor atau perusahaan tempat Anda bekerja dan menerima gaji. Oleh sebab itu, usahakan untuk menerima pencairan gaji dalam bentuk pengiriman melalui transfer ke rekening bank milik.

6.       Fokus Mencicil Hutang

Khusus untuk orang-orang yang terjebak dalam hutang, memiliki dana darurat atau mempersiapkan dana cash dalam situasi menghadapi bencana alam merupakan pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan. Maka dari itu, jika Anda merupakan salah satu orang yang memiliki banyak hutang, cobalah untuk fokus mencicilnya hingga semua hutang yang ada bisa terlunasi segera dan secepat mungkin, khusus hutang pada kartu kredit.

Nah, untuk menyiasati kondisi tersebut. Seseorang sebaiknya tidak berhutang sama sekali jika benar-benar tidak terlalu penting. Namun, bagi Anda yang ingin berhutang. Tentu sah-sah saja, dalam catatan hutang tersebut atau dana pinjaman tersebut Anda alokasikan ke kebutuhan yang bersifat produktif atau sebuah barang yang masih memiliki nilai ketika dijual kembali atau bahkan dari dana yang Anda pinjam, akan lebih baik lagi bila dapat menghasilkan uang lebih banyak.