Syarat dan Cara Lapor SPT Bulanan

Cara lapor SPT Bulanan

SPT Masa atau Bulanan merupakan SPT yang digunakan dalam melaporkan pajak dari pihak lain yang sudah dipotong ataupun dipungut dalam setiap bulannya. Contohnya seperti Pajak Penghasilan Pasal 21 dimana mengharuskan pemberi kerja atau pengusaha memotong pajak melalui gaji karyawan. Cara lapor SPT Bulanan sendiri terbilang mudah.

Melaporkan SPT bulanan adalah kewajiban bagi para wajib pajak dan dapat disusun serta dilaporkan via online. Melaporkan SPT bulanan via online mempunyai beberapa kelebihan seperti dapat menghemat waktu dan bukti lapor SPT tersebut akan diproses dan dikirimkan pada email wajib pajak secara cepat.

Cara untuk melaporkan pajak bulanan melalui SPT Bulanan Perusahaan akan lebih mudah serta praktis jika melakukannya melalui aplikasi dari pajak online e-Filing. Pada saat ini dimana teknologi yang sudah semakin canggih, kita tidak perlu repot lagi, kita juga dapat untuk melaporkan pajak SPT Masa tersebut via online. Untuk wajib pajak diharapkan untuk dapat memahami ketentuan termasuk pada langkah-langkah untuk melaporkan pajak bulanan tersebut.

Ketentuan dalam SPT Bulanan/Masa

SPT Bulanan digunakan dalam melaporkan pajak yang telah dipotong maupun dipungut dari pajak orang lain. Contohnya seperti pada Pasal 21 dalam Undang-Undang PPh yang mewajibkan pemberi kerja untuk memotong PPh melalui upah maupun gaji. Maka pemberi kerja tersebut harus membuat SPT Masa/Bulanan PPh Pasal 21.

SPT Bulanan memiliki beberapa jenis dalam pelaporannya dan menyesuaikan pada pasal yang mewajibkannya. Jenis-jenis tersebut yaitu SPT Masa PPh serta SPT Masa PPN dan PPnBM. Jenis SPT Masa PPh tersebut adalah SPT Masa PPh PPN, Pasal 26, Pasal 23, Pasal 22, Pasal 21, Pasal 15 dan Pasal 4 Ayat 2.

  • Pelaporan SPT akan selalu mengharuskan untuk melampirkan bukti potong.
  • Format pada SPT Masa juga berbeda satu dengan yang lain, berdasarkan dari tarif dan objek pajak yang dikenakan dalam setiap jenis dari pajak.
  • Batas waktu untuk pelaporan SPT maksimal hingga tanggal 20 pada bulan berikutnya, apabila bertepatan hari libur, akan dilakukan dalam hari kerja pada keesokan hari. Anda juga dapat memakai fasilitas lapor online. Kemudian SPT Masa PPN memiliki waktu maksimal pelaporan akhir bulan berikutnya.

Dokumen yang perlu dipersiapkan untuk persyaratan melaporkan Pajak Bulanan Perusahaan

Berikut ini beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi ketika menggunakan aplikasi untuk lapor pajak online, yaitu:

  1. Memiliki atau telah terdaftar NPWP

Dalam melaporkan SPT Bulanan akan memerlukan NPWP. Untuk memperoleh NPWP tersebut dapat mendaftar secara online melalui ereg.pajak.go.id. dan mempersiapkan scan KTP untuk digunakan NPWP perorangan. Untuk NPWP badan sendiri meliputi identitas dari badan usaha tersebut seperti NIB, NPWP direktur, akta pendirian dan kartu identitas milik pengurus serta Dokumen Izin Usaha atau SIUP dan juga TDP.

  1. Memiliki Electronic Filing Identification Number atau e-FIN

Dalam melaporkan SPT bulanan juga memerlukan e-FIN yang diperoleh melalui pengisian formulir untuk permohonan mengenai aktivasi e-FIN yang disertai oleh NPWP dan juga fotokopi identitas milik pengurus hingga alamat email. E-FIN tersebut dibutuhkan dalam mengakses e-filing. E-filing tersebut berfungsi untuk mengisi serta melaporkan SPT.

Kemudian sistem pemungutan pajak contohnya seperti pada perhitungan pajak serta percetakan billing dalam pembayaran pajak dapat dilakukan oleh wajib pajak itu sendiri. Akan tetapi wajib pajak tetap perlu mengikuti berbagai kebijakan fiskal yang sudah ditetapkan.

Cara untuk melaporkan SPT Bulanan

cara lapor SPT tahunan pribadi

Membuat serta menyampaikan laporan pajak sendiri adalah kewajiban bagi setiap wajib pajak ketika telah membayarkan pajak. Laporan pajak tersebut dapat disampaikan via online dengan aplikasi pajak yaitu e-Filing.

E-Filing dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu pelaporan langsung melalui situs resmi DJP Online yang dapat mengakses perhitungan pajak dan penyampaian mengenai laporan SPT Tahunan maupun Bulanan atau juga pelaporan yang menggunakan CSV.

Dokumen SPT Tahunan dan Bulanan tersebut dibuat terlebih dahulu melalui aplikasi bernama e-SPT yang telah disediakan oleh DJP Online, lalu hasilnya akan berupa file CSV yang dimana telah diunggah pada website resmi dari DJP Online itu sendiri.

Perbedaan SPT Masa dan Tahunan

  1. Batas pelaporan

Perbedaan pada SPT Masa dan Tahunan terlihat jelas melalui batas pelaporannya. Untuk SPT Bulanan sendiri dilaporkan pada setiap bulan dalam sekali dan SPT tahunan sendiri satu kali setiap tahun. Pelaporan SPT tahunan untuk pribadi dilakukan dengan waktu maksimal hingga 31 Maret. Sedangkan untuk  wajib pajak badan hingga 30 April.

  1. Denda keterlambatan

Denda untuk SPT bulanan dan Tahunan juga memiliki nominal yang berbeda, untuk SPT tahunan bagi WP perorangan sebesar 100 ribu dan untuk badan sebesar 1 juta. Kemudian denda SPT masa dikenakan sanksi administrasi yaitu 500 ribu, 100 ribu serta ada juga denda yang dikenakan sebesar 2% dalam setiap bulan jika pajak tersebut belum dibayar.

  1. Jenis

Berdasarkan dari jenisnya, SPT tahunan terbagi menjadi pribadi dan badan, sedangkan untuk SPT Masa sendiri memiliki banyak jenisnya.

  1. Formulir yang digunakan

Formulir yang digunakan juga berbeda-beda. Pada SPT Tahunan Perorangan sendiri terbagi menjadi tiga jenis. Sedangkan SPT Bulanan memiliki format yang berbeda dan tergantung dari objek serta tarif pajaknya. Untuk SPT Masa PPh sendiri perlu didukung oleh lampiran bukti potong.

  1. Tujuan Pelaporan

SPT Masa mempunyai tujuan untuk melaporkan pajak yang telah dipotong maupun dipungut melalui pihak lain. Sedangkan SPT Tahunan melaporkan mengenai penghasilan yang telah diterima sendiri, aset serta utang akhir periode. Kemudian ada biaya yang tidak dapat dibebankan yang menyesuaikan dengan kebijakan fiskal untuk pengisian SPT tahunan.

Itulah bagaimana Cara lapor SPT Bulanan, beberapa ketentuan, dokumen yang perlu dipersiapkan hingga perbedaan SPT Bulanan dengan SPT Tahunan.