Tips Mengelola Utang dan Pinjaman

tips mengelola utang

Tidak bisa dipungkiri, pinjaman atau utang bisa menjadi bantuan yang sangat berharga ketika kita sedang berada dalam keperluan yang sangat mendesak entah itu dari segi bisnis maupun secara personal. Tapi jika tidak dikelola secara baik, pinjaman malah bisa membawa seseorang ataupun perusahaan dalam situasi yang sangat berbahaya seperti permasalahan finansial bahkan sampai kepada kebangkrutan. Penerapan manajemen keuangan yang baik dan bijak sangat diperlukan agar tidak jatuh ke dalam masalah finansial yang semakin berat. Dengan pengelolaan uang yang baik, utang malah bisa menjadi suntikan dana yang membuat usaha menjadi semakin berkembang. 

Walaupun utang bisa membantu masalah keuangan, tetap harus diingat bahwa ada kewajiban untuk mengembalikan dari jumlah yang kita pinjam. Termasuk juga dengan kemungkinan munculnya bunga dari pinjaman tersebut. 

Kesalahan yang sering muncul dari orang yang berhutang adalah sering mengabaikan resiko. Entah dari bunga ataupun resiko lanjutan dari berhutang.  Banyak orang yang masih berpikir bahwa penghasilan mereka akan tetap stabil selamanya tanpa berpikir kemungkinan buruk yang mungkin terjadi kedepannya. 

Bila dilihat dari sifatnya, Utang bisa dipilah menjadi dua tipe yaitu utang produktif dan utang konsumtif.

  • Utang produktif

Utang produktif adalah pinjaman yang dilakukan untuk membeli sesuatu yang nilai dari barang tersebut akan terus naik misalnya tanah, rumah, emas maupun kredit usaha.

  • Utang konsumtif

Utang konsumtif adalah pinjaman yang dilakukan untuk membeli sesuatu yang nilainya akan terus turun dan tidak memberikan nilai tambah apapun. Contoh konkritnya adalah berhutang hanya untuk membeli barang mewah.

Resiko Utang Konsumtif 

Sangat beresiko bila kita terus melakukan utang konsumtif tanpa memikirkan resiko yang bisa terjadi kelak di kemudian harinya. Beberapa resiko yang bisa terjadi dari kebiasaan utang adalah:

1. Menambah beban keuangan 

Sudah dipastikan dengan berhutang, beban keuangan bulanan pasti akan menjadi semakin berat karena ada kewajiban membayar cicilan disertai bunganya yang menambah beban pengeluaran setiap bulan.

2. Resiko berurusan dengan debt collector

Sudah dipastikan ketika kredit yang dilakukan ternyata mengalami kemacetan pembayaran, pihak pemberi kredit pasti akan menggunakan jasa debt collector untuk melakukan penagihan. Bahkan bisa jadi juga melibatkan pengadilan untuk masalah pinjaman ini.

  1. Stress

Hal yang tak bisa dihindari berikutnya adalah stress karena beban utang tinggi dan kemungkinan dikejar oleh debt collector akan menjadi beban psikis yang sangat mungkin menimbulkan stress. 

3. Bangkrut

Hal terburuk yang sangat mungkin terjadi ketika kita tidak mampu untuk mengelola utang dan keuangan dengan baik adalah bangkrut.

Tips Kelola Utang dan Pinjaman dengan Baik

Untuk menghindari resiko-resiko buruk yang mungkin terjadi dalam melakukan utang atau pinjaman kita harus pintar mengelola keuangan yang ada. Dan berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk mengelola utang dan pinjaman dengan baik.

1. Pahami betul tujuan dari utang

Sebelum memutuskan untuk melakukan utang, pahami dulu tujuan dari utang itu untuk apa, seberapa pentingnya dan apakah benar-benar harus mengambil utang untuk tujuan yang ingin dituju tersebut.

2. Perhitungan jumlah pinjaman

Setelah benar-benar memutuskan untuk berhutang, perhitungkan dulu jumlah pinjamannya. Pertimbangkan juga jumlah cicilan beserta bunganya. Jangan sampai beban yang ditimbulkan melebihi target bulanan yang sudah ada. Pastikan kondisi keuangan bulanan masih bisa tetap sehat walaupun sudah ditambah dengan beban kredit yang diambil. Alokasikan dana pinjaman tersebut untuk sesuai dengan tujuan yang memang menjadi target.

3. Bayar tepat waktu

Ketika sudah berhasil mendapatkan pinjaman, bayarlah utang atau cicilan utang itu tepat waktu. Jangan membiasakan diri untuk menunda karena akan berdampak buruk pada akhirnya seperti penambahan bunga ataupun datangnya debt collector. 

4. Jangan membayar utang dengan utang lain

Gali tutup lubang tidak bisa menyelesaikan masalah tapi malah menambah beban keuangan karena secara tidak langsung bunga yang harus dibayar. Bila tidak mampu membayar tepat waktu, bernegosiasi dengan pihak pemberi pinjaman agar mendapat keringanan. Jangan pernah lari dari utang karena akan membuat anda semakin bermasalah.

5. Kelola keuangan dengan baik dan siapkan cicilan rutinnya

Banyak hal yang mungkin harus kita coret dari daftar anggaran bulanan agar kondisi keuangan kita tetap sehat setelah ditambah beban utang. Pertimbangkan setiap pengeluaran yang akan dilakukan pilah pengeluaran yang memang harus, bisa ditunda atau bahkan ditiadakan agar kondisi keuangan tetap baik selama kita masih harus membayar cicilan.

6. Segera melunasi

Jika memungkinkan, siapkan budget lebih dari angka beban utang perbulan untuk membayar cicilan utang dengan angka yang lebih besar dari kesepakatan agar bisa dilunasi lebih cepat. Tapi semua itu bergantung pada kesepakatan awal dengan pihak pemberi pinjaman. Ada beberapa tempat peminjaman malah memberi penalty ketika kita melunasi hutang kita lebih cepat dari kesepakatan. 

Apabila tidak bisa melakukan pelunasan lebih cepat, kelebihan budget yang kita siapkan bisa menjadi dana darurat di kemudian hari yang bisa membantu ketika ada hal mendesak.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengelola utang dan pinjaman dengan baik.