WASPADA Penipuan Pinjol SMS Boleh Ajukan Pinjaman Tanpa Syarat, Kenali Cirinya

Penipuan pinjol online lewat SMS sering gunakan modus ajukan kredit tanpa syarat. (UNSPLASH/NordWood Themes)

Atur Duit – Layanan fintech lending menjadi salah satu solusi ampuh untuk mendapatkan dana tunai dengan cara yang mudah tanpa proses berbelit. Disebut dengan layanan pinjaman online (pinjol), fintech lending merupakan penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman/lender dengan penerima pinjaman/borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik. Kendati memiliki beragam kemudahan, layanan fintech lending sendiri juga wajib diwaspadai mengingat ribuan layanan pinjol ilegal masih bertebaran di masyarakat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri melaporkan masih ada 4.400 layanan pinjol ilegal yang terlapor. Jumlah tersebut mengalahkan layanan fintech lending legal yang berizin OJK, yaitu sejumlah 102 perusahaan. Hal tersebut tentu menjadi salah satu alasan mengapa Polda Metro Jaya melaporkan bahwa sepanjang 2022 penipuan pinjol menjadi salah satu kejahatan siber (cyber crime) yang paling banyak dilaporkan.

Beberapa modus digunakan oleh pinjol ilegal untuk menggaet korban. Laman OJK menyebut terdapat setidaknya tiga modus utama pinjol ilegal dalam mendapatkan korban. Pertama, melalui pesan pengajuan kredit tanpa syarat via pesan SMS; kedua, langsung mentransfer sejumlah uang ke rekening korban; dan ketiga, dengan meniru layanan pinjaman online legal termasuk memasang logo OJK.

Modus-modus pinjaman online ilegal di atas wajib menjadi perhatian, sebab OJK sebagai regulator resmi layanan fintech di Indonesia menegaskan tidak memiliki kewenangan atas segala jenis transaksi yang melibatkan layanan pinjaman online ilegal. Transaksi yang dimaksud termasuk di dalamnya yaitu proses simpan pinjam hingga penagihan yang libatkan pihak debt collector takresmi AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).

Perlu diingat bahwa fintech lending legal tidak mendapatkan izin atau dilarang menawarkan pinjaman dalam bentuk pesan kepada pengguna, baik SMS maupun pesan di media sosial lainnya. Hal tersebut bertentangan dengan peraturan melindungi data pribadi konsumen.

Bagaimana ciri pesan penipuan pinjol ilegal?

Sebenarnya, pesan SMS terduga penipuan pinjaman online ilegal dapat dikenali melalui beberapa ciri.

Pertama, penipuan via SMS dari pinjol ilegal berasal dari nomor umum yang tidak dikenal. Namun, pesan penipuan pinjol via SMS biasa berasal dari nomor umum yang terdiri dari banyak digit, padahal biasanya nomor telepon normal hanya terdiri dari 6-9 digit saja.

Kedua, tidak ada persyaratan. Penawaran pinjol ilegal via SMS biasanya menawarkan pinjaman yang cepat cair tanpa syarat khusus. Padahal, layanan fintech lending legal berizin OJK mencantumkan beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut menjadi cara layanan pinjol dalam melakukan screening sebelum menyetujui atau menolak pengajuan kredit oleh pelanggan.

Ketiga, kelengkapan informasi perusahaan tidak valid. Pinjol ilegal biasanya menutupi informasi perusahaan, mulai dari alamat, badan hukum, dan sebagainya.

Perlu diperhatikan bahwa penting untuk melakukan pengecekan ke laman resmi OJK atau AFPI untuk memastikan bahwa layanan fintech lending memang legal dan berizin.Lebih lanjut, layanan pinjaman online legal tidak akan mengirimkan pesan penarawan pinjaman melalui SMS sebab bersimpangan dengan peraturan kerahasiaan pengguna berdasarkan regulasi resmi.

Saya mendapat SMS yang disinyalir penipuan pinjol ilegal, apa yang harus saya lakukan?

Jika menerima pesan penawaran pinjaman online melalui SMS dengan nama perusahaan fintech lending yang tidak jelas atau bahkan tidak ada sama sekali baik di OJK maupun di AFPI, segera lakukan pelaporan. Caranya adalah dengan memanfaatkan kontak resmi OJK melalui Kontak OJK di nomor 157, whatsapp di nomor 081157157157 atau email konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id atau dapat pula langsung membuka laman resmi AFPI dan mengajukan pengaduan.***