Yuk, Simak 5 Tips Mengatur Uang Gaji Perbulan

mengatur gaji bulanan

Di dunia ini tidak ada yang tida mungkin, termasuk hidup berkecukupan walaupun hanya hidup dari gaji bulanan saja. Untuk Anda yang mempunyai tanggungan dan tinggal di Jakarta, gaji Rp 5 juta per bulan mungkin dirasa pas-pasan. Tetapi, tidak berarti dengan penghasilan tersebut Anda tidak dapat menabung dan memenuhi tujuan hidup di masa depan. 

Dengan penghasilan Rp 5 juta, Anda juga dapat berinvestasi dan mencicil DP rumah, lho. Karena saat ini sudah banyak rumah atau investasi yang terjangkau, sehingga semua orang yang bergaji kecil pun dapat berinvestasi bahkan bisa membeli rumah. Bagaimana tipsnya? Mari simak berikut ini. 

1. Pakai metode zero budgeting 

Tidak bisa dipungkiri jika besarnya pengeluaran bisa berefek ke semua hal, mulai dari hidup sekarang, masa depan, masa tua sampai besarnya tanggungan asuransi yang Anda butuhkan. Oleh sebab itu, catatlah pengeluaran Anda secara rinci dan pakailah sistem zero budgeting. 

Intinya, saat Anda mendapatkan penghasilan bulanan, langsung harus “menghabiskannya”. Pertama, tambahkan biaya pengeluaran perbulan Anda. Biaya dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya tidak tetap. Setelah menjumlahkan semuanya, hitung jumlah dari arus kas bersih sebagai selisih antara jumlah penghasilan dan pengeluaran. 

Apabila ada sesuatu yang tersisa, “habiskan” segera dengan mengalokasikannya untuk tabungan atau investasi daripada hiburan atau barang konsumsi. Dengan metode ini, meskipun Anda memiliki gaji Rp 5 juta, Anda sangat mungkin untuk berinvestasi dan mendapatkan asuransi.

2. Jangan menambah hutang 

Utang untuk keinginan Anda hanya meningkatkan pengeluaran pasif dan mengurangi  kekayaan Anda. Selama utang yang Anda miliki merupakan utang produktif, bukan berhutang untuk membeli hal yang tidak penting, maka tidaka ada salahnya jika berhutang. 

Contoh hutang produktif yaitu hutang untuk membeli aset bernilai rendah misalnya rumah dan logam mulia, dan hutang untuk modal kerja. Pastikan angsuran utang bulanan yang Anda bayarkan tidak lebih dari 35% pendapatan Anda. Ketika Anda membeli rumah dengan kredit, Anda tempatilah rumah itu supaya rumah yang sudah dibeli dapat dirawat dengan lebih baik. Biaya kontrakan atau kost dapat dialokasikan untuk angsuran rumah.

Jika belum memiliki cukup uang untuk membeli perabotan di rumah, Anda bisa mencicilnya perlahan. Jangan dipaksakan yang berujung Anda berhutang, sebab nantinya Anda akan kesulitan untuk membayar hutang tersebut. 

3. Tambah penghasilan 

Jika Anda berjuang untuk menekan pengeluaran Anda, lebih baik untuk meningkatkan penghasilan. Terdapat dua cara yang harus Anda ketahui untuk meningkatkan penghasilan ini. 

Pertama, berinvestasi secara pasif pada produk penghasilan tetap dengan menyetorkan pembayaran sekaligus (lump sum) untuk jumlah besar. Namun, hal ini pasti akan mengurangi modal kerja seperti tabungan. Jika Anda memiliki banyak dana yang tidak terpakai di rekening tabungan Anda, misalnya 30% atau lebih dari kekayaan bersih Anda, Anda dapat menggunakan 10% dari dana tersebut untuk menyimpan deposito dan obligasi. 

Tetapi, jika Anda tidak memilikinya, fokuslah untuk mencari bisnis sampingan dengan memulai bisnis kecil-kecilan dengan keuntungan yang cepat. Apabila nantinya Anda menghasilkan pendapatan tambahan yang setara dengan 5% atau 10% dari pendapatan bulanan Anda hanya perlu mengalokasikan dana tersebut untuk  kebutuhan investasi, tabungan dan asuransi Anda.

4. Besaran investasi dan tabungan minimal 10% dari penghasilan 

Nilai tingkat tabungan yang ideal untuk rencana keuangan yaitu 10% dari total pendapatan bulanan Anda. Jika penghasilan Anda Rp 5 juta, cobalah menabung minimal Rp 500.000. Namun perlu juga dipastikan bahwa alokasi dana Rp500.000 yang diinvestasikan sudah benar. 

Jika ada dana lebih yang jika dipakai tidak mengganggu biaya kebutuhan sehari-hari Anda, maka Anda bisa mengalokasikannya ke tabungan atau investasi daripada digunakan untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan atau untuk jalan-jalan yang menghabiskan banyak uang. 

5. Buatlah dana darurat

Dana darurat yaitu dana yang bisa membantu Anda untuk menutupi biaya hidup Anda ketika Anda kehilangan penghasilan. Dana darurat merupakan kebutuhan pertama perlindungan finansial untuk hampir semua orang, baik yang telah menikah maupun belum. 

Dari jumlah pembelanjaan metode zero budget senilai Rp 5 juta, Anda bisa mencatat pembelanjaan mana yang perlu “dipenuhi” setiap bulannya. Anda juga bisa mengurangi 3 jenis pengeluaran yang tidak diprioritaskan jika Anda kehilangan penghasilan. Biaya tersebut yaitu tabungan, investasi, dan hiburan. Dengan tidak mengeluarkan biaya untuk 3 pengeluaran tersebut, maka total pengeluaran Anda hanya Rp 3 juta saja selama sebulan. 

Nah, itu tadi beberapa tips untuk mengelola keuangan perbulan yang bisa Anda terapkan mulai besok setelah gajian, ya! Jangan lupa untuk menahan pembelian barang yang tidak dibutuhkan secara berlebihan agar Anda bisa menghemat dan bisa membeli rumah secepatnya.